3 Dari 4 Tweets Negatif Terjadi Saat Pelanggan Masih Di Dalam Restoran

3 Dari 4 Tweets Negatif Terjadi Saat Pelanggan Masih Di Dalam Restoran
Mengomentari di meja makan mungkin kasar, tetapi itu juga menyediakan restoran dengan peluang baru untuk kontrol kerusakan instan. Tujuh puluh delapan persen tamu yang men-tweet hal-hal negatif tentang sebuah restoran belum meninggalkan tempat tersebut, kata Eimear Lambe dari Twitter di Forum Inovasi Digital di London, lapor publikasi industri Big Hospitality.

Mengomentari di meja makan mungkin kasar, tetapi itu juga menyediakan restoran dengan peluang baru untuk kontrol kerusakan instan.

Tujuh puluh delapan persen tamu yang men-tweet hal-hal negatif tentang sebuah restoran belum meninggalkan tempat tersebut, kata Eimear Lambe dari Twitter di Forum Inovasi Digital di London, lapor publikasi industri Big Hospitality.

Itu berarti, dengan pemantauan media sosial yang cermat, restoran memiliki kesempatan untuk mengubah pikiran pelanggan mereka sebelum mereka pergi. Lambe merekomendasikan agar restoran memantau Twitter untuk menangkap masalah dan mengubah potensi perhatian negatif secara negatif menjadi pengalaman positif.

Terkait: 3 Alasan Lagi bagi Merek untuk Menggunakan Instagram untuk Meningkatkan Pengaruh dan Mendorong Penjualan

Menanggapi kenegatifan di Twitter dan Facebook telah menjadi bagian integral dari layanan pelanggan. Namun, dialog media sosial ini sering mengambil bentuk permintaan maaf PR-ramah, bukan bantuan langsung. Menyadari bahwa banyak kritik pelanggan terjadi ketika mereka masih makan memberi restoran kesempatan untuk langsung mengatasi masalah. Plus, menangani kritik secara langsung dapat membungkam kritik yang memuntahkan kebencian dan pernyataan berlebihan secara online bahwa mereka tidak akan mengatakan kepada server atau wajah koki.

Media sosial, dari Yelp hingga Twitter, semakin memandu bagaimana orang memilih tempat untuk menghabiskan uang mereka. Namun alih-alih mencoba melarang ulasan yang buruk, restoran perlu merangkul kesegeraan media sosial sebagai cara baru untuk mencegah negativitas bahkan diposting.

Terkait: Perundang-undangan Baru Akan Membuat Melarang Ulasan Yelp Negatif Illegal